Mendesain Wajah Bangunan

Mendesain Wajah Bangunan – Secara visual wajah bangunan akan memberikan kesan dan pengaruh visual pada setiap orang yang melihatnya. Kesan dihasilkan oleh informasi visual yang diberikan wajah bangunan melalui desain berbagai elemennya. Elemen-elemen pembentuk wajah bangunan dapat terdiri dari elemen struktur seperti kolom dan balok, serta elemen arsitektural dihasilkan kulit atau pelingkup bangunan. Elemen mekanikal-elektrikal dapat memberi pengaruh pada tampilan wajah bangunan. Keberadaan mesin AC yang berada dipermukaan dinding bangunan memberi kesan visual yang semrawut.

Pasukan Synergy

Bangunan tidak semata dirancang untuk memenuhi kebutuhan fungsional bagi aktivitas di dalamnya. Tidak juga semata dapat melindungi penghuninya dengan kekuatan struktur yang baik, tetapi juga harus hadir sebagai objek visual dengan nilai-nilai estetika. Pada bangunan tinggi khususnya, keberadaannya akan memberikan pengaruh visual bagi lingkungan sekitarnya. Pengaruh visual dapat berarti memberikan kesan positif secara visual, maupun sebaliknya. Pengaruh visual ini tentu harus dipertimbangkan, selain faktor fungsi dan kekuatan bangunan.

Salah satu bagian yang memberikan pengaruh visual bagi lingkungannya adalah kulit bangunan, terutama kulit bangunan yang menghadap ke arah jalan utama. Bagian ini disebut juga sebagai fasade atau wajah bangunan. Desain wajah bangunan tentu harus menjawab kebutuhan visual yang mencerminkan karakter dan tipologi bangunan tersebut. Fungsi bangunan rumah sakit, kantor, hotel dapat tercermin dari desain wajah bangunan.

Namun tiap-tiap bangunan akan memiliki karakter tersendiri untuk membedakannya dengan bangunan lain yang memiliki fungsi sama. Namun, selain harus mempertimbangkan tipologi dan karakter bangunan, wajah bangunan didesain juga dengan mempertimbangkan kesan visual dalam konteks kawasan. Dengan pendekatan ini, bangunan akan menjawab kebutuhan konteksnya serta bersama-sama bangunan lain di dalam kawasan membentuk kesan visual dan karakter kota.

Kehadiran banyak bangunan tinggi dengan fungsi apartemen dan hotel yang menjamur, kerap tidak memperhatikan konteks kawasan sehingga merusak kesan visual kota alih-alih memperkuatnya. Hal ini terjadi karena desain bangunan hanya memerhatikan konteks mikro yaitu bangunan itu sendiri tanpa memperhatikan konteks makro dalam skala kawasan maupun kota. Dalam skala mikro, wajah bangunan dapat dibentuk dengan kombinasi elemen struktur dan arsitektural, baik memainkan elemen garis vertikal, horizontal maupun membentuk pola lainnya.

Elemen-elemen garis selain dibentuk menggunakan elemen struktur juga dapat dibentuk dengan elemen bukaan melalui permainan komposisi jendela. Sementara elemen horizontal dapat diperkuat dengan jalur sirkulasi seperti selasar. Sementara dalam skala makro, wajah bangunan dihadirkan dengan memahami dan mempertimbangkan wajah-wajah bangunan di sekitarnya, sehingga terbaca sebagai satu kesatuan yang kuat dan membentuk karakter kota. Permainan ketinggian bangunan (skyline) juga akan menciptakan kesan visual yang menarik dalam skala makro.

Dengan menghadirkan wajah bangunan yang mempertimbangkan konteks mikro dan makro, sebuah bangunan khususnya bangunan tinggi, akan memiliki karakter dan citra visual yang kuat. Dalam skala makro, citra kawasan akan semakin kuat berkat kehadiran bangunan-bangunan yang mempertimbangkan konteks visual dalam proses perancangannya.

Demikian tips properti tentang Mendesain Wajah Bangunan semoga bermanfaat.

Pasukan Synergy

Sumber: Parmonangan Manurung, IAI

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Share