Kebutuhan Rumah Berdasar pada Tingkatan Usia

Kebutuhan Rumah Berdasar pada Tingkatan Usia – Salah satu penelusuran yang dilakukan dalam meneliti kebutuhan perumahan, ternyata seorang individu menggunakan tingkatan usia yang dilaluinya. Tingkatan itu adalah :

a. Usia 20-30 tahun

Kelompok ini membeli rumah pertama mereka, tapi bukan rumah terakhir yang mereka inginkan karena mereka memiliki kesempatan untuk meng-upgrade rumah mereka menjadi lebih besar dan lebih baik di masa mendatang. Karena itu, point yang harus mereka pahami adalah kemudahan dan peluang menjual rumah mereka di masa mendatang dengan harga penawaran yang tinggi.

Individu muda atau pasangan muda ini harus membeli rumah yang secepatnya dapat ditinggali untuk mencegah pengeluaran biaya ganda: membayar cicilan rumah dan membayar uang kontrak rumah. Biaya ganda ini lambat laun akan memberatkan keuangan mereka. Jika Anda termasuk dalam kategori usia ini, carilah rumah baru yang prospek lokasinya di masa mendatang strategis dan akan selesai dibangun dalam waktu satu tahun.

Pastikan proyek perumahan yang diincar menyediakan fasilitas infrastruktur mendasar seperti jalan, transportasi umum dan sentra belanja untuk menjamin kemudahan untuk menjual kembali rumah Anda di masa depan. Lebih jauh lagi, tilik pada harga dan fasilitas KPR-nya (Kredit Pemilikan Rumah) yang harus terjangkau, jika Anda berniat melakukan pembelian dengan cara ini.

b. Usia 30-40 tahun

Dalam kelompok usia ini, jika Anda baru pertama kali membeli rumah, Anda mungkin akan membutuhkan rumah yang dapat mengakomodasi kebutuhan Anda, pasangan, anak-anak dan orang tua Anda. Rumah yang Anda beli juga mungkin menjadi rumah terakhir Anda begitu Anda selesai membayar cicilannya (kalau mengambil KPR). Karena, mungkin sudah terlambat bagi Anda untuk membeli rumah baru di kemudian hari dengan pinjaman yang dapat Anda bayar sebelum pensiun.

Melihat fakta ini Anda perlu mencari rumah yang paling luas dan ideal untuk memenuhi kebutuhan ruang seluruh anggota keluarga Anda. Dalam banyak kasus, membeli rumah yang memadai di pusat kota mungkin tidak terbeli. Tergantung pada kenyamanan keluarga Anda, Anda perlu mempertimbangkan lokasi di pinggiran kota atau kota satelit (suatu kawasan yang khusus didesain lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di dalamnya tidak hanya dalam hal pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan namun juga dalam pekerjaan. Contoh kota satelit di Indonesia, BSD City dan Bintaro Jaya, Tangerang). Letak perumahan ini sangat tepat untuk pilihan rumah tinggal baik bagi keluarga muda atau malah menjelang pensiun.

Lain halnya jika keluarga Anda memiliki 2 sumber penghasilan, Anda dan pasangan pun menginginkan kemudahan dalam bekerja, tinggal di apartemen atau kondominium di pusat kota akan lebih sesuai. Anda sebaiknya memiliki rumah sendiri daripada terus menyewa. Pada akhirnya Anda pun harus mencari pilihan tempat tinggal rumah yang dapat langsung ditempati untuk menghindari pengeluaran ganda dalam mencicil dan membayar sewa.

c. Usia 40 tahun ke atas

Jika Anda membeli rumah atau properti pada tahapan usia ini, Anda akan berusaha mengkompensasi (mengganti) waktu yang sudah hilang. Mengkompensasi di sini artinya mengganti hal-hal yang seharusnya telah dipenuhi di masa-masa sebelumnya.

Contohnya jika usia Anda sekarang 45 tahun,  berkeluarga dan kondisi belum punya rumah maka dikatakan Anda telah melewatkan masa memiliki rumah dan memperbaiki taraf hidup. Kalau saja dalam usia 35 tahun Anda telah punya rumah maka sekarang Anda tinggal memikirkan masalah renovasi, mengurus anak Anda yang mulai tumbuh sekaligus biaya pendidikannya, bahkan bisa juga merencanakan investasi dengan membeli rumah baru.

Kembali ke usia Anda sekarang yang sudah 45, maka Anda harus menghadapi biaya tambahan yang menumpuk karena di usia sebelumnya kebutuhan mendasar Anda belum terpenuhi semuanya. Jika Anda punya anak atau orang tua yang telah lanjut usia tinggal bersama Anda, biaya sewa yang harus dikeluarkan membengkak. Membeli rumah atau properti berarti mengalokasikan uang sewa ke uang cicilan.

Karena kebutuhan rumah yang memiliki luas maksimum, Anda mungkin perlu mempertimbangkan pemilihan lokasi di pinggiran atau kota satelit. Ini bukannya menutup kemungkinan mendapatkan rumah di pusat kota. Namun pikirkan juga bahwa pilihan rumah yang luas di pinggiran kota akan lebih banyak, tentunya dengan harga yang variatif pula di bandingkan dengan di pusat kota.

Jika Anda termasuk golongan usia ini, Anda harus pandai-pandai mengidentifikasi jika mungkin ada rumah yang dapat langsung ditempati. Penawaran rumah second dapat menjadi pilihan Anda. Anda bisa mempertimbangkan rumah yang sudah agak tua karena biasanya lebih murah.  Pilihlah dari segi usia bangunan dan lokasi yang lebih baik.

Pasukan Synergy

d. Masa pensiun (di atas 50 tahun)

Membeli rumah atau properti sedini mungkin merupakan keputusan yang bijaksana sehingga anak-anak dapat menutup sebagian besar cicilannya sebelum Anda berhenti bekerja dan uang pensiun tidak banyak membantu. Pastikan uang muka dari pembelian rumah tersebut tidak mengurangi simpanan atau tabungan Anda secara signifikan.

Apakah Anda membeli untuk pertama kalinya atau pindahan dari rumah sebelumnya, sebaiknya mulai diperhitungkan sejak 10 tahun sebelum pensiun.

Pasukan Synergy

Demikian info tentang Kebutuhan Rumah Berdasar pada Tingkatan Usia semoga bermanfaat.

sumber: Tepat Membeli Rumah Second, Suzanna Hardjono, ST

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Share