• Home »
  • Broker »
  • Broker Harus Menjadi Problem Seeker dan Problem Solver bagi Klien

Broker Harus Menjadi Problem Seeker dan Problem Solver bagi Klien

Broker Harus Menjadi Problem Seeker dan Problem Solver bagi Klien –¬†Seorang broker properti juga harus mampu memecahkan masalah. Dalam hal ini seorang broker properti harus mampu menjadi seorang problem seeker (pencari masalah) dan problem solver (pemberi solusi). Dan kedua problem tersebut merupakan lingkup kerja dari seorang broker properti. Berikut sedikit penjelasan tentang problem seeker dan problem solver.

Problem Seeker (Pencari Masalah)

Pencari masalah di sini bukan dalam tanda kutip tapi benar-benar mencari masalah yang melekat pada pihak pemilik atau penjual, properti, dan pihak pembeli. Tetapi, broker jangan sampai terjebak menjadi pembuat masalah (trouble maker) yang merugikan. Pencari masalah pada ketiga elemen di atas harus selalu berpihak pada tercapainya suatu kesepakatan dan tujuan yang dalam hal ini adalah transaksi.

Kita bisa mengandaikan masalah rumah terletak pada umur bangunan yang sudah renta. Misalnya, broker tidak tahu-menahu bahwa ternyata rumah tersebut juga terbuat dari kualitas bangunan yang murah dan membahayakan. Maka yang terjadi, karena tidak adanya keterangan dari broker, pembeli berikutnya pasti merasa tertipu. Jika transaksi sudah terlanjur terjadi dan pemilik baru benar-benar kena getahnya, maka urusan pelayanan setelah terjadinya penjualan tidak bisa dianggap remeh. Jangan-jangan broker harus mengurusi semua kerusakan yang terjadi setelah rumah dihuni.

Bayangkan, ini hanya terjadi karena broker tidak memahami masalah konstruksi bangunan dan materialnya, bahkan meremehkannya. Masalah lain yang biasa dijumpai adalah sengketa pada obyek yang akan dijual. Sejarah rumah yang ruwet ini biasanya menjadi sesuatu yang membuat bungkam pihak penjual. Jika broker tidak tahu dan tidak pandai mencari tahu, maka akibat berikutnya sudah pasti akan menyeret broker juga.

Pasukan Synergy

Terhadap pemilik lama dan calon pemilik baru, seorang broker harus berlaku adil dalam mencari tahu masalah karakter dan keinginan klien, agar broker bisa bertindak dengan tepat. Tidak jarang ditemui di lapangan, pemilik yang masih tidak bisa profesional. Kadang broker diperlukan sekedar sebagai pemulus transaksi. Anggapan ini akhirnya berlanjut pada pembayaran komisi yang tidak sebanding dengan rantai kerja yang sudah dijalani broker. Oleh karena itu seorang broker properti harus bisa menempatkan tempat dan perannya dengan baik.

Problem Solver (Pemberi Solusi)

Tidak cukup hanya diam dan mendengarkan pihak-pihak saling mempertahankan kebutuhannya masing-masing, broker harus memiliki sudut pandang yang netral sehingga mampu mencarikan jalan keluar yang saling menguntungkan bagi pihak yang berkepentingan maupun untuk dirinya. Cari solusi bila ada ketidaksesuaian antara pihak penjual dan pihak pembeli, dengan pendekatan win-win solution. Jangan terperangkap pada masalah yang kecil. Jangan-jangan hanya karena masalah komunikasi saja, terjadi selisih paham antara kedua klien. Jadi pahami masalahnya sebelum angkat bicara. Jika sudah mentok, tanyalah pada yang lebih berpengalaman. Mungkin saja senior Anda sudah pernah mengalami ini sebelumnya.

Demikian info tentang Broker Harus Menjadi Problem Seeker dan Problem Solver bagi Klien semoga bermanfaat.

Pasukan Synergy

Sumber : Kaya Jadi Broker Properti, Handy S. Winata

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Share