• Home »
  • Broker »
  • Broker Bekerja sebagai Perantara dan Pembuka Jalur Komunikasi pada Klien

Broker Bekerja sebagai Perantara dan Pembuka Jalur Komunikasi pada Klien

Broker Bekerja sebagai Perantara dan Pembuka Jalur Komunikasi pada Klien – Pihak ketiga dalam transaksi properti saat ini sangat membantu dalam transaksi. Pihak ketiga tersebut yaitu broker. Seorang broker sangat diperlukan dalam bisnis properti baik bagi pihak pembeli maupun bagi pihak penjual. Karena seorang broker bisa dijadikan perantara dan pembuka jalur komunitasi dalam transaksi properti. Perantara dan pembuka jalur komunikasi merupakan lingkup kerja dari broker properti.

Berikut sedikit penjelasan terkait kedua lingkup kerja broker properti tersebut.

Perantara

Seorang broker bertugas juga sebagai perantara. Tugas sebagai perantara muncul karena penjual dan pembeli tidak selalu dapat bertemu langsung. Disinilah peran perantara diperlukan. Broker properti menjadi informan bagi masing-masing pihak dalam berbagai hal terkait dengan masalah jual beli properti. Broker wajib melancarkan proses bertemunya pihak penjual dan puhak pembeli serta membantu mereka melakukan negosiasi.

Segala hal yang dibutuhkan demi terjadinya transaksi harus disiapkan oleh perantara ini, seperti informasi mengenai bangunan, tanah dan lokasi, notaris, notulen, saksi dan waktu pertemuan. Brokerlah yang mengakomodasi kebutuhan dan batasan yang ingin disampaikan pihak pertama ke pihak kedua dan sebaliknya.

Pembuka Jalur Komunikasi

Keaktifan seorang broker berdampak besar pada terbukanya peluang-peluang lain yang sepadan dengan usahanya. Tidak sepatutnya broker berdiam diri dalam menjalankan tugasnya. Setiap rencana matang tidak boleh berhenti begitu saja.

Rencana yang sudah dibuat susah payah harus dilanjutkan dengan pelaksanaan. Tidak harus memburu satu orang sebagai prospek pembeli atau penjual tetapi sediakan cadangannya. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan broker masih mempunyai kesempatan lain dan tetap bersemangat.

Di lapangan, banyak terjadi broker berhenti di titik calon pembeli yang cuek atau susah dihubungi. Broker yang bersemangat pasti akan melakukan pendekatan personal kenapa ia bisa tidak tertarik. Broker berhak untuk menanyakan kepada calon pembeli apakah dia bersedia member tahu kenalannya yang mungkin saja tertarik membeli properti yang tidak ia suka. Hanya broker yang aktif dan rajin saja yang bisa mendapatkan jaringan luas.

Ada kalanya pembeli dan penjual malas dihubungi. Inilah waktu bagi broker dalam menjalankan perannya. Jika pembeli diam saja, tentu broker tidak tahu apa yang terjadinya bukan. Minimal buat janji dan datang ke kediamannya. Mungkin saja pembeli atau penjual malas datang karena lokasi janjian terlalu jauh atau memang sudah tidak tertarik dengan penawaran. Seorang broker yang baik harus peka terhadap perubahan kondisi dan sikap dari kliennya. Jadi meskipun kasus penjualan yang dihadapi serupa tapi sesungguhnya pendekatan tidak bisa disamaratakan. Adakalanya pembeli tidak suka jika hanya di sms saja, melainkan harus lewat telepon.

Pasukan Synergy

Sepertinya tugas broker mudah saja, cukup menghubungkan antara pemilik properti dan calon pembeli. Tapi, ternyata tugasnya tidak segampang itu. Untuk itu, broker berhak mendapatkan apresiasi berupa komisi atas jasa yang dijualnya. Belum lagi kalau tidak terjadi transaksi tentu. Tentu saja hasil usaha kerasnya belum tampak. Yang patut dijadikan impian adalah mendapatkan transaksi sehingga biaya yang telah dikeluarkan bisa tertutupi dan ini artinya kerja keras setiap hari.

Pasukan Synergy

Demikian info tentang Broker Bekerja sebagai Perantara dan Pembuka Jalur Komunikasi pada Klien semoga bermanfaat.

Sumber : Kaya Jadi Broker Properti, Handy S. Winata

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas
Share